Ajang Grasstrack dan Motocross Pemuda Bali Bersatu Cup

Ratusan Stater Regional dan Nasional Jajal Sirkuit Tukad Unda Klungkung

Oleh: kristawan | 11 Juni 2017
Dibaca: 6489 Pengunjung

Ratusan Stater Regional dan Nasional Jajal Sirkuit Tukad Unda Klungkung

Pembalap cilik gempur lintasan


KLUNGKUNG, www.citizenbali.com | Sedikitnya 230 pembalap regional Bali dan Nasional turun di final kejuaraan grasstrack yang digelar Ormas Pemuda Bali Bersatu (PBB) di sirkuit Tukad Unda, Klungkung, Minggu 11 Juni 2017. Lintasan yang terkenal banyak tikungan tajam dan kubangan ini menambah adrenalin para pembalap untuk menjajal lintasan.

Utamanya pada pembalap cilik yang datang dari usia delapan tahun hingga Sembilan tahun untuk motor kelas 50 dan 65 CC. Selain itu pembalap regional dan nasional juga diturunkan dari 125 cc hingga 250 CC.

Dengan kondisi banyak kubangan berair setelah hujan semalaman membuat banyak pembalap yang jatuh dan keluar dari arena balapan, utamanya kroser cilik yang motornya mati setelah masih air dengan kedalaman hingga 60 cm utamanya pada tikungan ketiga.

“Dihari pertama pada Sabtu kemarin kami turunkan sebanyak 170 stater dan final kali ini ada 230 pembalap yang ambil bagian,” ujar Ketua Panitia Putu Ery Ratmadi. Lomba ini sengaja digelar dalam rangka mempererat tali persaudaraan, sebagaimana tema yang diusung pada perayaan HUT PBB ke-15 yakni, "Bersatu Menjaga Kebhinekaan dan Taksu Bali". 

Sementara Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta yang membuka langsung final grasctrask ini mengatakan Klungkung sudah memiliki arena balapan dan bisa dimanfaatkan untuk ajang-ajang positif untuk mencetak pembalap handal untuk mengharumkan Klungkung dan Bali umumnya. “Arena ini untuk mengurangi anak-anak yang kebut-kebutan dijalan tidak jelas dan sangat membahayakan pengemudi lainnya, dan jika mau ini bisa menjadi tempat yang mumpuni kedepan sebagai arena nasional,” sebutnya.

Sementara Ketua Harian PBB Made Mulyawan Arya mengatakan balapan sebagai langkah positif untuk mengolahragakan masyarakat dan mencetak atlit-atlit balap Bali. “Pembalap Bali banyak diakui secara nasional dan setiap ada ivent kita tetap turunkan mereka, dan ajang kali ini juga sebagai langkah positif untuk mengajak pemuda Bali untuk giat dan melakukan hal-hal positif kedepannya,” katanya.

Salah satu pembalap cilik Radheya yang turun di 50 CC dan 65 CC mengaku sudah kedua kalinya menjajal arena Tukad Unda ini. “Dulu saya balapan kondisi kering, dan sekarang basah, motornya bahaya mati tapi tadi aman-aman saja,” sebutnya.

Selain dihadiri Bupati Klungkung, ajang ini juga dihadiri ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru, Muspida dan tokoh masyarakat setempat. [ist]. 





Berita Terkait:


Berita Lainnya:

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Fans Page