Spektakuler ! 24 Ogoh Ogoh Menantang Derasnya Hujan

Oleh: | 07 Maret 2019
Dibaca: 51 Pengunjung

Spektakuler ! 24 Ogoh Ogoh Menantang Derasnya Hujan

Kediri.Hujan deras mengguyur kawasan paling tinggi dan sejuk di Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri. Kendati hujan deras tak mau berhenti sejenak sejak siang hingga malam hari, tak menyurutkan nyali pengarak ogoh ogoh.

Pelda Sunarto dari Koramil 15 Kandangan mendatangi lokasi keberadaan pawai ogoh ogoh yang berada di Desa Medowo, dan disinilah pertemuan terjadi antara dirinya dengan Kartiko, Ketua PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Kecamatan Kandangan. kamis (7/3/2019)

Yang paling mencengangkan saat berada dilokasi tersebut adalah jumlah ogoh ogoh yang terbilang sangat luar biasa, dan spektakuler. Hal ini lantaran ada 24 ogoh ogoh dilokasi itu, terlebih lagi, ogoh ogoh itu berstatus tingkat kecamatan, dan hanya bersumber dari 4 desa saja.

Dijelaskan Kartiko, 24 ogoh-ogoh yang diarak tersebut, 5 ogoh ogoh berasal dari Desa Banaran, 9 ogoh ogoh dari Desa Mlancu, 9 ogoh ogoh dari Desa Medowo dan 1 ogoh ogoh dari Desa Karang Tengah, keempat desa tersebut masuk wilayah Kecamatan Kandangan.

“Ada 24 ogoh ogoh, tahun ini, 5 dari Banaran, 9 dari Mlancu, 9 dari Medowo, 1 dari Karang Tengah, ini semua ada di Kecamatan Kandangan. Ini meningkat kalau dibanding tahun kemarin. Tahun lalu ada 21 ogoh ogoh, tambah 3 tahun ini, jadi 24,” jelas Kartiko.

Tempat ibadah, khususnya Pura, bisa dikatakan sangat luar biasa. Hal ini diungkapkan Kartiko, bahwasannya keberadaan Pura di Kecamatan Kandangan, total ada 10 Pura. Kesepuluh Pura tersebut tersebar di Desa Karang Tengah ada 1 Pura, Desa Banaran ada 1 Pura, Desa Medowo ada 4 Pura, Desa Mlancu ada 4 Pura.

Di Kandangan ini, ada 10 Pura, di Karang Tengah ada 1, Banaran ada 1, di Medowo ada 4, di Mlancu ada 4. Dari sepuluh ini, yang paling punya power ada di Medowo, yaitu Pura Dharma Wijaya, karena ini tingkat kecamatan,” sambung Kartiko.

Nama-nama Pura tersebut, Kartiko menjelaskan secara detail, Di Desa Medowo, disebutkan Pura Dharma Wijaya, Pura Wisno Murti, Pura Dharma Bakti Jaya dan Pura Sidi Amerta Nugraha. Sedangkan Di Desa Mlancu, disebutkan Pura Tirta Amerta Loka, Pura Dharma Bakti Jaya, Pura Dharma Kerti dan Pura Wahyu Tri Buana.

Terkait perkembangan umat Hindu di Kecamatan Kandangan, dikatakan Kartiko, bila dijumlah secara keseluruhan ada 4.000an orang, yang tersebar di beberapa desa. Dengan rincian, sekitar 800an orang berdomisili di Desa Banaran, sekitar 1.600an orang tinggal di Desa Medowo, sekitar 1.200an orang tinggal di Desa Mlancu, sekitar 100an orang tinggal di Desa Karang Tengah, 50an orang tinggal di Desa Kemiri, 100an orang tinggal di Kecamatan Kandangan. Sedangkan sekitar 150an orang lagi tersebar di desa-desa lain yang ada di Kecamatan Kandangan.

Berdasarkan laporan pandangan mata, ke-24 ogoh ogoh tersebut diarak dijalanan yang menanjak alias naik, dan hal ini sangat dibutuhkan ketahanan fisik bagi si pengarak ogoh ogoh. Jarak tempuhpun, bisa dikatakan luar biasa, yaitu sejauh hampir 4 km ditambah kondisi hujan deras.

Dari pengamatan, ada ribuan orang yang ikut mengikuti pengarakan ogoh ogoh ini, dan hujan deras tak mempan menghadapi semangat mereka, baik yang menggotong ogoh ogoh maupun yang mengikutinya.

Keamanan dan ketertiban juga menjadi sorotan, terlebih jalanan yang dilalui menanjak naik, ditambah ribuan orang mengikuti pawai ogoh ogoh ini. Selain keberadaan Pecalang, kelancaran pawai ogoh ogoh ini juga melibatkan Koramil Kandangan, Polsek Kandangan, Banser dan Linmas. (dodik)





Berita Terkait:


Berita Lainnya:

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Fans Page